blank
Beranda /Peristiwa /Rujukan Pasien Hamil di RSUD Konawe Lamban, Restu: Ini Gila! Manajemen Beri Penjelasan

Rujukan Pasien Hamil di RSUD Konawe Lamban, Restu: Ini Gila! Manajemen Beri Penjelasan

UNAAHA, KONAWEINFO.COM — Proses rujukan pasien hamil di RSUD Konawe kembali menuai sorotan. Seorang warga, Restu, meluapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan medis terhadap ponakannya, Nur Aini (16), yang tengah hamil 32 minggu. Ia menyebut layanan rumah sakit milik pemerintah daerah itu membingungkan dan mengecewakan.

“Sudah darurat, air ketuban hampir habis, tapi harus tunggu dokter datang. Rujukan pun lambat, dan harus bayar Rp1,9 juta baru bisa keluar suratnya. Ini gila!” kata Restu geram, Senin (16/6/2025).

Keluhan ini bermula saat Nur Aini, warga Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, masuk ke RSUD Konawe pada Sabtu, 14 Juni 2025 pukul 15.10 WITA. Saat diperiksa, dokter menyarankan pasien menjalani rawat inap karena usia kehamilan masih tergolong prematur dan memerlukan observasi intensif.

Namun, menurut Restu, hingga Senin pagi tidak ada tindakan medis lanjutan. Kondisi pasien justru makin memburuk.

“Dokter baru periksa Senin pagi dan menyarankan operasi karena air ketuban hampir habis. Tapi tindakan harus tunggu dokter lain datang, dan baru sore itu di-USG, air ketuban sudah habis,” jelasnya.

Warga Pondidaha Berencana Swadaya Perbaiki Jembatan Rusak, Harap Perhatian Bupati

Restu juga menuturkan, RSUD Konawe tak memiliki inkubator untuk bayi prematur. Akhirnya pasien dirujuk ke RS Bahteramas Kendari. Namun proses rujukan dinilai lamban dan membingungkan.

“Butuh hampir dua jam untuk dapat rujukan. Harus bayar Rp1,9 juta dulu, baru rujukan keluar. Tapi ternyata bukan rujukan ke UGD, malah ke poli. Dan RS Bahteramas bilang tak ada komunikasi apa pun dari RSUD Konawe,” ujarnya.

Ia mendesak agar DPRD Konawe segera memanggil manajemen RSUD untuk dilakukan hering terbuka, mengingat menurutnya pergantian direktur rumah sakit belum membawa perubahan dalam pelayanan.

Manajemen RSUD Konawe Klarifikasi

Menanggapi keluhan tersebut, dr. Noval, Sp.OG., M.Kes., selaku dokter penanggung jawab, memberikan klarifikasi. Ia menyebut saat masuk, pasien belum mengalami pembukaan jalan lahir, namun air ketuban memang mulai berkurang.

Merinding! Buaya Nyaris Naik ke Pincara Anggalomoare, Untung Cepat Diberi Ayam

“Pasien dirawat dan diberi suntikan pematangan paru-paru janin karena berat bayi masih sekitar 1,9 kg. USG dijadwalkan Senin, dan dari situ diketahui usia kehamilan sudah cukup bulan,” terang dr. Noval.

Karena ruang inkubator dan alat bantu napas (CPAP) di RSUD Konawe sedang penuh, diputuskan untuk merujuk pasien ke RS Bahteramas melalui Instalasi Gawat Darurat PONEK.

Sementara itu, Humas RSUD Konawe, dr. Abdianto Ilman, menjelaskan soal uang Rp1,9 juta yang sempat dibayarkan keluarga pasien. Menurutnya, itu merupakan uang jaminan karena pasien tidak membawa KTP.

“Kami sudah arahkan keluarga untuk mengurus surat domisili. Jika dokumen itu sudah diserahkan, uang jaminan bisa dikembalikan,” katanya.

Terkait keterlambatan rujukan, Abdianto menyebut hal itu disebabkan proses melalui aplikasi SISRUTE yang membutuhkan konfirmasi dari rumah sakit tujuan. Ia juga menyebut bahwa pihak RSUD telah menawarkan ambulans, namun keluarga memilih membawa pasien sendiri karena tidak ingin menunggu lebih lama.

Update Tabrakan di Besulutu, Satu Korban Tewas Asal Wonggeduku

Perlu Perbaikan Komunikasi dan Sistem Layanan

Manajemen RSUD Konawe berharap ke depan komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien dapat berjalan lebih baik.

“Kami mengimbau agar semua tindakan medis bisa dikomunikasikan dua arah agar tidak terjadi miskomunikasi yang merugikan pasien,” tutup dr. Abdianto.

Tidak Boleh Broo!!!