Konawe — Agus Salim Misman menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Tenggara dengan membawa gagasan besar bertajuk Rejuvenasi Pemuda.
Pria kelahiran Bunggu’Osu, 17 Agustus 1990 ini dikenal sebagai aktivis sekaligus praktisi ekonomi yang telah lama aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan di daerah.
Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Lakidende (Unilaki), ia menilai pemuda memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan pembangunan daerah.
Menurutnya, organisasi kepemudaan seperti KNPI harus mampu menjadi wadah besar yang menyatukan berbagai elemen pemuda untuk berkolaborasi menghasilkan karya nyata bagi masyarakat.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Pemuda harus hadir sebagai penggerak perubahan dengan gagasan, kreativitas, dan kontribusi nyata,” ujarnya.
Dalam perjalanan organisasinya, Agus Salim Misman memiliki rekam jejak yang cukup panjang.
Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengusaha Muda Nusantara Indonesia (PPMNI) Kabupaten Konawe, Sekretaris Daerah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Konawe, serta Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Konawe.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai pendiri Himpunan Aktivis Muda Sulawesi Tenggara yang dibentuk sebagai ruang kolaborasi bagi para aktivis muda untuk menyatukan gagasan serta pemikiran kritis demi kemajuan daerah.
Pengalaman organisasinya juga terbangun sejak masa kuliah. Saat menempuh pendidikan di Universitas Lakidende, ia aktif sebagai pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Ekonomi (HIMAKOM), serta Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Sementara pada masa sekolah, ia pernah aktif sebagai anggota OSIS di SMKN 1 Unaaha dan SMPN 1 Wawotobi.
Tidak hanya itu, Agus Salim Misman juga pernah menjadi anggota Saka Bhayangkara Polres Konawe yang turut membentuk kedisiplinan serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui pencalonannya sebagai Ketua KNPI Sulawesi Tenggara, Agus Salim Misman mengusung visi menjadikan KNPI sebagai episentrum pemuda yang inovatif, mandiri secara ekonomi, serta progresif dalam melahirkan karya nyata bagi pembangunan daerah.
Konsep Rejuvenasi Pemuda yang ia tawarkan menekankan pentingnya penyegaran peran organisasi kepemudaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi generasi muda saat ini.
Ia juga mengusung sejumlah misi strategis, di antaranya menjadikan KNPI sebagai wadah aspiratif yang menyatukan seluruh organisasi kepemudaan, mendorong kemandirian ekonomi pemuda melalui pemberdayaan UMKM dan sektor kreatif, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan publik.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kaderisasi yang berintegritas guna melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki kompetensi, kedisiplinan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat tersebut, Agus Salim Misman berharap KNPI Sulawesi Tenggara dapat menjadi ruang besar bagi pemuda untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Pemuda bukan hanya pemilik masa depan, tetapi juga penentu masa kini. Karena itu, kita harus bergerak bersama untuk melahirkan karya nyata bagi daerah dan masyarakat,” pungkasnya.
