Konaweinfo.com – Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.IK., M.H resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra), menggantikan Irjen Pol Dwi Irianto. Serah terima jabatan berlangsung di Kendari dan diwarnai prosesi penyambutan sederhana, termasuk tradisi lokal sebagai bentuk penghormatan terhadap pimpinan baru.
Dalam sambutan perpisahannya, Irjen Dwi Irianto menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran Polda Sultra dan mengungkapkan keyakinannya bahwa kepemimpinan Irjen Didik akan membawa kemajuan institusi.
“Saya percaya Irjen Didik akan melanjutkan yang sudah dibangun dan membawa Polda Sultra ke arah yang lebih baik,” ucapnya.
Irjen Didik Agung sendiri langsung menegaskan fokus kerjanya. Selain menjaga stabilitas keamanan, ia menaruh perhatian khusus pada penegakan hukum di sektor-sektor strategis, terutama kasus korupsi dan pertambangan ilegal.
Ia menyatakan siap membangun sinergi dengan lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendorong penyelesaian perkara yang belum tuntas.
“Konsolidasi perkara yang masih mandek akan jadi prioritas. Jika perlu, kita koordinasikan kembali dengan KPK agar penanganannya berjalan optimal. Karena sebelumnya saya di posisi koordinasi dan supervisi KPK, saya tahu pendekatan seperti apa yang bisa mempercepat proses,” ujarnya kepada awak media.
Selain fokus penegakan hukum, Irjen Didik juga menekankan komitmennya mendukung agenda pemerintah pusat, termasuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kepolisian harus hadir sebagai mitra pembangunan, bukan sekadar penegak hukum.
Polda Sultra di bawah kepemimpinannya juga akan memperkuat sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan terciptanya keamanan dan ketertiban wilayah secara menyeluruh.
Dengan pengalaman dan jejaring yang dimilikinya, Irjen Didik optimistis Polda Sultra bisa menjadi institusi yang kuat, responsif, dan mampu menjawab tantangan penegakan hukum serta dinamika pembangunan di Sulawesi Tenggara.
