Konawe – Puluhan talent dan kru dari sejumlah sekolah di Kabupaten Konawe dikabarkan masih menagih pengembalian uang yang sebelumnya dikumpulkan untuk rencana menonton sebuah film bertema pendidikan di bioskop.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai bahan referensi bagi para talent dan kru karena film yang akan ditonton disebut memiliki tema yang mirip dengan film edukasi yang tengah diproduksi oleh tim mereka.
Hal itu diungkapkan oleh salah seorang talent berinisial AN kepada konaweinfo.com, Sabtu (18/7/2026).
Menurut AN, pengumpulan dana dilakukan mulai 17 Mei hingga 26 Mei 2026. AN menjelaskan, sebanyak 50 talent dan kru diminta menyetor Rp45.000 per orang untuk biaya tiket bioskop, transportasi, dan konsumsi. Dengan demikian, total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp2.250.000.
Talent dan kru yang menyetor dana berasal dari sejumlah sekolah, yakni MTsN 1 Konawe, SMAN 1 Unaaha, SMPN 1 Tongauna, SMPN 1 Wawotobi, SMKN 1 Unaaha, SMAN 1 Uepai, SMAN Tongauna, dan SMPN 1 Wonggeduku.
Menurut pengakuan AN, selama proses pengumpulan dana, sutradara beberapa kali meminta bendahara menyerahkan sebagian uang yang telah terkumpul.
“Sedikit demi sedikit uang itu diminta ke bendahara sampai akhirnya habis. Rencananya kami mau diajak menonton film bertema pendidikan di bioskop sebagai bahan referensi karena ceritanya mirip dengan film yang sedang kami produksi. Tapi kegiatan itu tidak pernah terlaksana. Sampai sekarang teman-teman talent dan kru masih menagih uang yang sudah terkumpulkan,” ujar AN.
AN mengaku tidak mengetahui secara pasti penggunaan dana tersebut. Namun, ia berharap uang yang telah disetorkan oleh para talent dan kru dapat dipertanggungjawabkan serta dikembalikan karena kegiatan yang direncanakan tidak pernah terlaksana.
Selain persoalan uang tiket bioskop, AN juga mengungkap adanya pengumpulan dana sebesar Rp630.000 untuk rencana pemutaran film Arwah Pue Tuko di SMAN 1 Amonggedo yang dikoordinasikan melalui anggota OSIS bernama Risti.
Namun, rencana pemutaran film tersebut juga batal dilaksanakan dan dana yang telah terkumpul dikabarkan hingga kini belum dikembalikan.
Peristiwa ini merupakan persoalan yang berbeda dengan pengumpulan uang tiket bioskop.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sutradara maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas pengakuan AN.
