Konaweinfo.com – Temuan sncak Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjamur yang dibagikan kepada penerima manfaat di Kecamatan Tonggauna, Kabupaten Konawe, memicu polemik dan kemarahan publik.
Kepala Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tonggauna Utara, Dendi Agusriadi, S.P.W.K., menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui adanya kelalaian dalam pelaksanaan prosedur operasional standar (SOP).
Dendi menjelaskan, makanan berjamur tersebut ditemukan di sejumlah titik penerima manfaat, salah satunya di SMA Negeri 1 Tonggauna Utara, pada Sabtu (17/1/2026). Informasi itu pertama kali diterima pihaknya dari laporan sekolah.
“Kami menerima laporan dari pihak sekolah terkait makanan yang disalurkan dalam kondisi berjamur. Atas kejadian itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak,” ujar Dendi.
Ia mengakui, insiden tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan dalam proses pengolahan dan pendistribusian makanan di dapur SPPG. Dendi menyebut, evaluasi internal telah dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami akui ini kelalaian kami dalam menjalankan SOP. Ke depan, pengawasan akan diperketat dan seluruh proses akan kami evaluasi,” katanya.
Dendi juga menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, orang tua, serta masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Ia berjanji akan melakukan pembenahan menyeluruh demi memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan.
Sementara itu, Kepala Koordinator Wilayah Kabupaten Konawe, Nopri Ali Ikmansa, SH, turut memberikan pernyataan.
Ia menegaskan pihaknya telah memberikan peringatan kepada SPPG agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Kami sudah meminta agar SPPG memastikan seluruh makanan yang disajikan aman dan layak konsumsi. Pengawasan akan terus dilakukan,” tegasnya.
Kasus makanan berjamur ini menjadi sorotan publik dan memicu reaksi keras masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program penyediaan MBG di wilayah Kabupaten Konawe.
