blank
Beranda /Daerah /PT Bossku Sembilan Perkasa Bantah Alat Tambang Pasir di Tuoy Bukan Milik Mereka

PT Bossku Sembilan Perkasa Bantah Alat Tambang Pasir di Tuoy Bukan Milik Mereka

Konaweinfo.com — Manajemen PT Bossku Sembilansembilan Perkasa membantah keterlibatan perusahaan dalam aktivitas penambangan pasir yang belakangan disorot publik di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Minggu (25/1/2026).

Perusahaan menegskan bahwa alat berat yang melakukan penambangan pasir di lokasi tersebut bukan milik dan tidak berada di bawah kendali PT Bossku Sembilansembilan Perkasa.

Klarifikasi tersebut disampaikan olehy Renaldi, selaku Humas PT Bossku Sembilansembilan Perkasa, kepada Konaweinfo.com menyusul adanya aktivitas alat berat yang diketahui beroperasi di atas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) perusahaan.

“Kami tegaskan, alat tambang pasir yang beroperasi di lokasi tersebut bukan milik perusahaan kami. Meski perusahaan telah mengantongi IUP, kami belum melakukan kegiatan produksi,” ujar Renaldi.

Menurut Renaldi, pihak perusahaan baru mengetahui keberadaan alat berat tersebut setelah aktivitas penambangan pasir ramai disorot publik.

Tambang Pasir Ilegal Konaweeha, Ampuh Sultra Desak APH Periksa Kepala BWS

Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah menurunkan alat berat maupun menunjuk pihak lain untuk melakukan penambangan di atas WIUP PT Bossku Sembilansembilan Perkasa.

“Tidak ada kerja sama atau izin dari perusahaan kepada pihak mana pun untuk melakukan penambangan di wilayah WIUP kami,” tegasnya.

Renaldi menjelaskan, keberadaan alat berat di atas WIUP perusahaan justru menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, seolah-olah aktivitas penambangan tersebut dilakukan oleh pemegang IUP. Padahal, perusahaan menegaskan belum menjalankan kegiatan operasi produksi.

Hingga berita ini ditayangkan, PT Bossku Sembilansembilan Perkasa menegaskan belum melakukan kegiatan produksi dan memastikan bahwa alat berat yang beroperasi di lokasi penambangan pasir tersebut bukan berasal dari perusahaan.

Renaldi menambahkan, pihaknya siap memberikan klarifikasi lanjutan serta menghormati proses pengawasan yang dilakukan oleh instansi berwenang guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

PT SCM Raih Penghargaan atas Kontribusi Besar bagi Pembangunan Daerah Konawe

Tidak Boleh Broo!!!