Konaweinfo.com – Puluhan orang tua siswa mendatangi MTsN 1 Konawe setelah menerima telepon mencurigakan yang mengabarkan anak mereka mengalami kecelakaan di lingkungan sekolah, pada Selasa (3/2/2026). Setelah dikonfirmasi, informasi tersebut dipastikan tidak benar atau palsu.
Berdasarkan keterangan orang tua siswa, oknum tak dikenal menghubungi mereka dengan mengaku sebagai satpam, guru, perawat, hingga dokter.
Dalam percakapan itu, pelaku menyampaikan bahwa anak mereka mengalami kecelakaan, seperti jatuh di kamar mandi, jatuh dari tangga, hingga jatuh dari lantai dua.
Tak hanya itu, pelaku juga menyebutkan bahwa siswa tersebut sedang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam kondisi kritis.
Orang tua kemudian diminta segera mentransfer sejumlah uang dengan berbagai alasan, mulai dari biaya perawatan hingga operasi otak.
Kepala MTsN 1 Konawe, Nyuheri Slamet, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, sedikitnya 22 orang tua siswa sempat datang ke sekolah untuk memastikan kebenaran informasi yang mereka terima melalui sambungan telepon.
Menurutnya, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Pada tahun-tahun sebelumnya, pihak sekolah juga menerima laporan dari orang tua siswa terkait dugaan penipuan dengan modus berbeda.
“Pada tahun sebelumnya juga pernah ada orang tua siswa yang melapor karena dimintai sejumlah uang dengan alasan perbaikan nilai anak,” ujar Nyuheri Slamet.
Atas kejadian itu, pihak sekolah mengimbau seluruh orang tua dan siswa agar tetap waspada serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang disampaikan oleh pihak yang mengatasnamakan sekolah.
Pihak MTsN 1 Konawe menegaskan tidak pernah meminta transfer uang melalui sambungan telepon dalam bentuk apa pun.
Imbauan tersebut telah disampaikan kepada orang tua siswa melalui guru dan wali kelas masing-masing.
Hingga sekitar pukul 10.00 Wita, tidak ada lagi laporan baru dari orang tua siswa terkait dugaan penipuan tersebut.
