Konaweinfo.com, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, didampingi Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Konawe Tahun 2026, yang digelar di salah satu hotel di Unaaha pada Kamis (10/4/2025).
Musrenbang ini menjadi tonggak penting karena merupakan yang pertama di era kepemimpinan Yusran–Syamsul. Kegiatan ini bertujuan menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Konawe tahun 2026, dengan mengusung visi pembangunan “Konawe Bersahaja”: Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan.

Bupati Konawe, Yusran Akbar saat membawakan sambutan. Foto: Ist
Dalam sambutannya, Bupati Yusran mengapresiasi kehadiran para pemangku kepentingan, mulai dari jajaran pemerintah daerah, DPRD, hingga tokoh masyarakat dan kelompok peduli pembangunan. Ia menegaskan bahwa perencanaan yang dilakukan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Musrenbang ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pijakan awal untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Perencanaan hari ini harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat Konawe,” ujar Yusran.

Prosesi pendatanganan RKPD tahun 2026. Foto: Ist.
Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan program pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional, khususnya Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam paparannya, Bupati menguraikan delapan prioritas pembangunan daerah, yaitu:
1. Ketahanan Pangan dan Energi: Mendorong kebijakan pro-petani, termasuk distribusi sarana produksi dan akses pasar.
2. Peningkatan SDM Unggul: Membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta untuk pelatihan dan beasiswa.
3. Pemerataan Infrastruktur: Proyek infrastruktur senilai Rp250 miliar meliputi pembangunan jalan, jembatan, dan akses air bersih di 14 kecamatan.
4. Ekonomi Kerakyatan: Pemberdayaan UMKM dan koperasi dengan dukungan akses permodalan dan pendampingan.
5. Pengelolaan SDA Berkelanjutan: Pengembangan pelabuhan muat nikel di Soropia untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
6. Reformasi Birokrasi: Penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
7. Pelestarian Budaya: Revitalisasi situs budaya seperti Makam Raja Lakidende dan Rumah Adat Laikambuu.
8. Harmoni Sosial: Membangun toleransi melalui Forum Kerukunan Umat Beragama untuk menjaga kohesi sosial.

Bupati Konawe saat berfoto bersama usai melaksanakan Musrenbang. Foto: Ist.
Selain itu, Bupati juga menyoroti beberapa proyek strategis, antara lain pembangunan kawasan industri peternakan unggas terintegrasi dan percepatan pembentukan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis bagi siswa.
“Pembentukan SPPG harus segera direalisasikan agar dana pusat dapat diserap optimal dan manfaatnya langsung dirasakan petani serta pelaku UMKM lokal,” tegasnya.
Musrenbang ini turut dihadiri Ketua DPRD Konawe, Sekretaris Daerah, seluruh kepala OPD, serta perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan. Di akhir sambutannya, Bupati Yusran mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dalam pembangunan.
“Mari kita bersama mewujudkan Konawe yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya.