Konaweinfo.com — Ikatan Mahasiswa Indonesia Konawe (IMIK) Jakarta mendesak Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, untuk segera mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Dr. Musafir Menca, SH, S.Pd, MH. Desakan ini disampaikan menyusul kekecewaan mendalam terhadap kinerja Kajari Konawe yang dinilai gagal menuntaskan sederet kasus korupsi yang terus membebani keuangan negara.
Ketua Umum IMIK Jakarta, Irsan Aprianto Ridham, menilai kepemimpinan Kajari Konawe selama tiga tahun terakhir hanya menunjukkan kelemahan dalam penegakan hukum.
“Sudah terlalu lama kasus-kasus korupsi di Konawe mandek di meja Kejari. Padahal kerugian negara sudah jelas, tapi tidak ada langkah tegas dari pihak kejaksaan,” ujarnya dengan nada tegas.
Musafir Menca dilantik sebagai Kajari Konawe pada 9 Maret 2022 oleh Kepala Kejati Sulawesi Tenggara saat itu, Raimel Jesaja. Namun, menurut IMIK Jakarta, sejak saat itu tidak ada gebrakan signifikan dalam penanganan kasus korupsi, bahkan justru terkesan abai.
“Prestasi apa yang bisa dibanggakan? Yang ada justru pembiaran terhadap kasus-kasus besar yang merugikan rakyat dan negara. Ini jelas bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi,” lanjut Irsan.
IMIK Jakarta menyebut sejumlah kasus besar yang hingga kini belum terselesaikan, antara lain:
• Proyek Revitalisasi Lanjutan III dan Kawasan Food Court, dengan anggaran Rp5 miliar dari APBD Konawe, yang diduga kuat terjadi penyimpangan.
• Pengadaan Alat Kesehatan di Dinas Kesehatan Konawe tahun 2024 senilai Rp1,252 miliar, yang juga diduga sarat korupsi.
• Kasus di lingkungan Sekretariat Daerah Konawe, serta dugaan pelanggaran lainnya yang dinilai tidak mendapat perhatian serius dari Kejari.
IMIK Jakarta menilai situasi ini sebagai bentuk kegagalan struktural dalam tubuh Kejari Konawe.
“Kami menduga kuat Kajari Konawe menutup mata terhadap berbagai penyimpangan yang jelas-jelas merugikan negara. Karena itu, kami menuntut Jaksa Agung segera menggantinya,” tegas Irsan.
Lebih lanjut, IMIK Jakarta berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Agung dalam waktu dekat.
Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap lemahnya penegakan hukum di Konawe dan sebagai dorongan agar Kejagung segera mengambil tindakan tegas.
“Kami tidak ingin institusi hukum dijadikan tempat nyaman bagi pejabat yang hanya duduk di ruang ber-AC tanpa keberanian menegakkan keadilan,” tutupnya.
