Konaweinfo.com – Camat Anggalomoare, Rusmin Suleman Alaska, secara terbuka mengungkap aktivitas PT Harlitama Agri Makmur (PT HAM) sebagai biang kerok banjir langganan yang terus merendam permukiman warga di Desa Anggalomoare dan Anggalomoare Jaya setiap musim hujan.
Menurut Rusmin, banjir yang berulang tidak semata akibat curah hujan tinggi, melainkan karena limpasan air dalam volume besar dari areal perkebunan kelapa sawit milik PT HAM, yang terletak di Desa Puuloro dan Bondoala, Kecamatan Sampara.
“Banjir ini bukan semata karena hujan deras, tapi karena air dari perkebunan PT HAM yang tidak dikendalikan. Inilah penyebab utamanya,” tegas Camat Rusmin.
Sejak dilantik pada November 2022, Camat Rusmin langsung dihadapkan pada persoalan banjir di awal 2023.
Ia turun langsung ke lokasi terdampak dan melakukan peninjauan bersama tokoh masyarakat dan aparat desa.
Hasilnya mengarah pada dugaan kuat bahwa air dari lahan PT HAM mengalir langsung tanpa sistem pengendalian yang memadai ke wilayah pemukiman.
Sebagai tindak lanjut, ia menyurati pihak perusahaan dan menggelar pertemuan terbuka di Balai Desa Anggalomoare.
Pertemuan tersebut menghadirkan unsur Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat terdampak.
PT HAM mengakui limpasan air dari arealnya dan menyanggupi pembangunan bendungan mini, namun belum ada solusi nyata untuk mencegah banjir secara menyeluruh.
Warga bahkan menolak rencana normalisasi kali sepanjang 500 meter yang diajukan, karena dikhawatirkan hanya akan mempercepat aliran air ke kawasan permukiman tanpa penanganan di hulu.
Tak hanya berhenti di tingkat lokal, Camat Rusmin juga menyurati Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Namun, langkah mereka hanya sebatas pengerukan lumpur secara manual tanpa proyek nyata yang mampu menjawab skala permasalahan.
“BPJN hanya datang saat banjir, ambil dokumentasi, lalu hilang. Janji drainase dilebarkan tahun 2024 juga belum ada kabarnya sampai sekarang,” ujar Rusmin.
Camat Rusmin menegaskan bahwa upaya yang ia lakukan bukan untuk menyalahkan, tetapi agar semua pihak bertanggung jawab, terutama perusahaan yang diduga kuat sebagai penyebab utama banjir.
“Warga kami bukan sekadar butuh bantuan saat banjir, mereka butuh jaminan agar air tidak lagi datang seenaknya dari atas. Dan itu tanggung jawab PT HAM,” tandasnya.
Kini masyarakat Anggalomoare menanti langkah tegas dari pihak perusahaan dan instansi terkait. Bagi mereka, banjir bukan lagi bencana, tapi akibat yang terus dibiarkan. Dan biang keroknya, menurut Camat, sudah jelas PT HAM.
