PONDIDAHA, KONAWEINFO.COM – Bupati Konawe, Yusran Akbar, menegaskan bahwa lemahnya komunikasi antara pemerintah desa dan dinas teknis menjadi salah satu penyebab utama macetnya berbagai program pertanian di lapangan. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung kondisi pertanian di Desa Belatu, Kecamatan Pondidaha, pada Senin (16/6/2025).
“Banyak program tidak jalan karena pemerintah desa tidak menyampaikan persoalan yang dialami petani. Jangan diam saja. Kalau ada kendala pengairan, pupuk, atau bibit, laporkan,” tegas Yusran di hadapan perangkat desa.
Didampingi Sekretaris Dinas PUPR, Robin Hermansah, dan teknisi SDA Ali Imran, Yusran menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian. Tujuannya, agar setiap masalah yang dihadapi petani bisa ditindaklanjuti secara terstruktur dan tidak berlarut-larut.
“Kami ingin suara petani sampai ke pusat. Tapi kami juga butuh data yang valid dari desa. Kalau desa tidak aktif, kami tidak bisa bantu maksimal,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian Konawe akan menyalurkan bantuan bibit padi kepada kelompok tani yang telah mengusulkan secara resmi. Yusran memastikan penyaluran ini akan dikawal ketat agar tidak salah sasaran.
“Kita akan pantau langsung prosesnya. Ini bukan hanya soal bantuan, tapi soal menjaga produktivitas pangan kita,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan, desa-desa yang tidak aktif berkoordinasi dan lamban merespons persoalan pertanian akan dievaluasi. Ia menekankan, ketahanan pangan daerah dimulai dari kerja kolaboratif di tingkat bawah.
