blank
Beranda /Daerah /Tuntas Lewat Musyawarah, Konflik Wilayah Dua Desa di Konawe Capai Titik Akhir

Tuntas Lewat Musyawarah, Konflik Wilayah Dua Desa di Konawe Capai Titik Akhir

TONGAUNA, KONAWEINFO.COM – Persoalan batas wilayah antara Desa Andeposandu (Kecamatan Tongauna) dan Desa Barowila (Kecamatan Tongauna Utara), yang telah berlangsung sejak 2016, akhirnya menemui titik akhir. Pemkab Konawe berhasil menyelesaikan konflik ini melalui serangkaian musyawarah yang menjunjung semangat kekeluargaan.

Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, mengungkapkan bahwa proses penyelesaian dilakukan secara bertahap dalam sembilan kali pertemuan resmi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait.

“Penyelesaian ini mengedepankan pendekatan historis dan dialog. Semua pihak kita dengarkan, dan hasil akhirnya disepakati bersama,” kata Syamsul, Kamis (31/7/2025).

Dalam kesepakatan yang dihasilkan, wilayah yang sebelumnya diperselisihkan secara administratif akan masuk ke dalam wilayah Desa Barowila. Nantinya, kawasan tersebut akan menjadi dasar pembentukan desa baru yang diberi nama Desa Andeposandu Utama, setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

Tiga poin utama yang disepakati dalam musyawarah:
1. Segmen batas antara Desa Barowila dan Desa Andeposandu resmi ditetapkan, dan wilayah yang disengketakan masuk ke Desa Barowila, Kecamatan Tongauna Utara.
2. Kedua kepala desa sepakat memfasilitasi warganya untuk mendiami dan mengelola lahan tersebut guna memenuhi syarat pembentukan Desa Andeposandu Utama.
3. Hak-hak warga Desa Andeposandu atas tanah warisan adat dan lahan garapan tetap diakui dan dijadikan dasar administratif dalam proses pemekaran.

Tambang Pasir Ilegal Konaweeha, Ampuh Sultra Desak APH Periksa Kepala BWS

Seluruh hasil musyawarah dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh para pihak dan disaksikan oleh tokoh masyarakat, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan unsur pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Konawe mengapresiasi semangat persaudaraan yang ditunjukkan oleh masyarakat kedua desa. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Yusran Akbar dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, Konawe terus menegaskan komitmen untuk menyelesaikan persoalan wilayah dengan pendekatan dialogis dan berlandaskan kearifan lokal.

Tidak Boleh Broo!!!