Konaweinfo.com – Pemerintah Kabupaten Konawe terus berbenah menghadirkan ruang publik representatif untuk masyarakat. Salah satu terobosan terbaru ialah rencana menyulap kawasan Bendungan Wawotobi menjadi alun-alun kota yang modern, ikonik, dan bernuansa kearifan lokal.
Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST mengungkapkan gagasan tersebut saat melakukan touring ke Bendungan Ameroro, Senin (18/8/2025). Menurutnya, keberadaan alun-alun kota menjadi kebutuhan mendesak seiring perkembangan Kabupaten Konawe sebagai pusat pertumbuhan baru di Sulawesi Tenggara.

“Insyaallah tempat ini akan kita sulap menjadi alun-alun kota Konawe. Nantinya, selain untuk tempat rekreasi masyarakat, juga akan menjadi pusat aktivitas seni, budaya, olahraga, hingga acara pemerintahan,” ujar Bupati Yusran.
Pembangunan alun-alun tersebut nantinya akan melibatkan Balai Wilayah Sungai sebagai mitra teknis. Area yang selama ini dikenal sebagai kawasan irigasi akan disulap menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman, estetis, dan memiliki fasilitas publik lengkap, seperti jogging track, taman bermain anak, panggung terbuka, serta sentra UMKM lokal.

“Ruang publik ini akan dibuka untuk masyarakat hingga pukul 18.00 WITA. Setelahnya akan ditutup demi menjaga keamanan dan ketertiban. Kita ingin tempat ini nyaman, bersih, dan tertib,” imbuhnya.
Sebagai penanda kebudayaan dan identitas daerah, Pemkab Konawe juga akan membangun Monumen Kalosara di lokasi yang berdekatan dengan alun-alun tersebut. Monumen ini dirancang setinggi 37 meter dengan diameter mencapai 80 meter. Strukturnya terdiri atas landasan dua meter dan bangunan utama menjulang 35 meter, menjadikannya salah satu monumen budaya terbesar di Sulawesi Tenggara.

“Kehadiran Monumen Kalosara ini bukan hanya sebagai landmark baru Konawe, tetapi juga sebagai simbol adat dan filosofi masyarakat Tolaki yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesatuan, kesucian, dan ketaatan pada aturan adat,” tegas Bupati Yusran.
Ia berharap, keberadaan alun-alun Bendungan Wawotobi dan Monumen Kalosara dapat menjadi destinasi kebanggaan masyarakat sekaligus magnet baru bagi wisatawan. Selain mempercantik wajah Kota Unaaha, proyek ini diyakini akan menggerakkan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Ini akan menjadi ikon baru Konawe, ruang bersama yang mempersatukan masyarakat dan menciptakan aktivitas positif. Doakan pengerjaannya berjalan lancar agar segera dinikmati masyarakat,” pungkasnya.