Konaweinfo.com – Gerakan Pramuka di Kabupaten Konawe memasuki babak baru setelah struktur kepengurusan untuk periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara yang digelar di Argawana Camp, Sabtu (23/8/2025).
Tidak seperti pelantikan organisasi pada umumnya, acara ini menjadi menarik karena mempertemukan tiga generasi pemimpin daerah dalam satu rangkaian kegiatan pemimpin yang sedang menjabat, tokoh senior yang pernah memegang tampuk pemerintahan, dan para birokrat yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

Sejak pagi, Argawana Camp dipenuhi suasana khas kegiatan Pramuka. Lokasi yang dikelilingi pepohonan itu menjadi saksi pertemuan para pengurus, pelatih, pembina, dan dewan kerja yang datang dari berbagai wilayah Konawe. Banyak peserta memaknai acara ini sebagai momentum kebangkitan kembali gerakan kepanduan yang sempat meredup selama beberapa tahun akibat pandemi dan kurangnya kegiatan lapangan.
Pada momen pelantikan, Bupati Konawe H. Yusran Akbar menerima mandat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). Penunjukan itu disambut sebagai langkah strategis, mengingat Mabicab merupakan unsur tertinggi dalam pembinaan di tingkat kabupaten.

Kehadiran mantan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dan mantan Sekda H. Irawan Laliasa sebagai bagian dari kepengurusan menambah bobot tersendiri. Ketiganya pernah berada dalam lingkaran pengambilan keputusan daerah, sehingga pengalaman mereka dianggap mampu mendorong peningkatan kualitas pembinaan kepramukaan.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Sulawesi Tenggara, H. Asrun Lio. Dalam sambutannya, Asrun menilai keterlibatan tokoh eksekutif, mantan pejabat, dan kaum birokrat dalam satu kepengurusan adalah kombinasi yang jarang terjadi di kabupaten lain. Menurutnya, komposisi seperti itu dapat menjadi contoh bagaimana Pramuka seharusnya dibina tidak hanya oleh relawan, tetapi juga oleh figur yang memahami kebutuhan pembangunan daerah.

Selain Mabicab, kepengurusan Kwartir Cabang (Kwarcab) juga dikukuhkan. Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, yang sebelumnya dipilih sebagai Ketua Kwarcab, resmi dilantik bersama jajaran lengkapnya. Dengan demikian, kedua pucuk pimpinan daerah bupati dan wakil bupati memegang peran penting dalam struktur pembinaan Pramuka. Hal ini jarang terjadi dan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan organisasi tersebut mendapat perhatian yang layak.
Asrun Lio tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga menyampaikan pesan yang cukup tegas. Ia meminta agar pemerintah daerah memberi ruang lebih besar kepada kader Pramuka di sektor birokrasi. Alasannya, nilai-nilai yang melekat dalam Trisatya dan Dasa Dharma merupakan fondasi karakter yang relevan untuk jabatan-jabatan yang menuntut integritas.

Menurutnya, jika ada organisasi yang menanamkan komitmen Pancasila sejak awal, maka Pramuka berada di barisan pertama.
Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan retret pengurus Kwarcab yang berlangsung sejak Jumat malam. Diskusi intens mengenai struktur program, peta tantangan generasi muda, hingga rencana revitalisasi kegiatan lapangan menjadi agenda utama. Rangkaian acara akan ditutup pada Minggu (24/8/2025) dengan penyusunan final program kerja lima tahun ke depan.
Dengan kebersamaan antartokoh yang terlibat dan beban tanggung jawab yang diemban, banyak yang berharap bahwa Gerakan Pramuka Konawe memasuki era baru lebih aktif, lebih relevan, dan lebih berperan dalam pembentukan karakter generasi muda.