UNAAHA, KONAWEINFO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama DPRD resmi mengesahkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung dalam rapat paripurna DPRD, Senin (28/7/2025), sebagai tonggak arah pembangunan Konawe lima tahun ke depan.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, didampingi Wakil Ketua I Nuryadin Tombili dan Wakil Ketua II Nasrullah Faizal. Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, turut hadir bersama jajaran Forkopimda, serta unsur legislatif dan eksekutif lainnya.

Dalam dokumen RPJMD tersebut, disepakati dua pilar utama pembangunan: Enam Fokus Strategis dan Lima Komitmen Pelaksanaan.
Enam Fokus Strategis RPJMD 2025–2029:
1. Peningkatan Kualitas SDM:
Melalui pendidikan dan kesehatan yang inklusif, program beasiswa, sekolah rakyat, BPJS bagi pekerja rentan, serta peningkatan insentif perangkat desa dan adat.
2. Penguatan Ekonomi Daerah:
Diversifikasi sektor unggulan, seperti pertanian (optimalisasi pangan), peternakan (kawasan industri), dan pariwisata (wisata budaya tahunan).
3. Reformasi Tata Kelola Pemerintahan:
Penerapan konsep Smart Konawe, digitalisasi layanan publik, serta sistem reward and punishment.
4. Ketahanan Sosial dan Budaya:
Pelestarian kearifan lokal demi menjaga identitas khas Konawe.
5. Pemerataan Infrastruktur:
Termasuk pembangunan Jembatan Morosi, pelabuhan komersial, alun-alun Unaaha, dan Islamic Center di kawasan MTQ.
6. Pembangunan Berkelanjutan:
Pengembangan Kampung Tematik Durian untuk menjaga kelestarian hutan dan sumber air.

Lima Komitmen Pelaksanaan RPJMD:
1. Menjalankan program secara transparan, bertanggung jawab, dan berintegritas.
2. Menyelaraskan RPJMD dengan RKPD dan Renja SKPD.
3. Membangun sistem monitoring dan evaluasi yang adaptif.
4. Menjaga koordinasi aktif dan berkelanjutan dengan DPRD.
5. Menyampaikan laporan berkala kepada DPRD dan masyarakat.

Bupati Yusran menegaskan, pengesahan RPJMD ini merupakan momen penting untuk memulai transformasi daerah. Ia menekankan bahwa dokumen ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi komitmen kolektif menuju Konawe yang lebih maju dan inklusif.
“RPJMD ini lahir dari proses partisipatif dan mencerminkan aspirasi rakyat. Terima kasih kepada DPRD atas semua masukan yang memperkaya substansi dokumen ini,” ujarnya.
Yusran juga mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mengawal implementasi RPJMD secara objektif dan konstruktif. “Kuncinya adalah gotong royong dan keberlanjutan. Konawe harus berani bersaing, bahkan di level internasional,” tandasnya.
Dengan arah pembangunan yang jelas dan komitmen yang kuat, Pemkab Konawe optimistis mampu mewujudkan transformasi nyata dalam lima tahun ke depan.