Bupati Konawe Hadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK di Wonggeduku Barat
Beranda /Pariwara /Bupati Konawe Hadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK di Wonggeduku Barat

Bupati Konawe Hadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK di Wonggeduku Barat

Konaweinfo.com — Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang digelar di Kecamatan Wonggeduku Barat, Rabu (12/6/2025). Dalam momen tersebut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dan kader PKK dalam mendukung pembangunan berbasis komunitas.

Menurut Yusran, keberadaan PKK sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat desa.

blank

Ia menyebut, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada kebijakan formal, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan melalui gerakan PKK.

“PKK adalah penggerak di garis depan. Dari keluarga sehat, pendidikan anak, hingga ekonomi rumah tangga semuanya berawal dari rumah. Itulah kenapa peran kader sangat penting,” kata Yusran.

Tambang Pasir Ilegal Konaweeha, Ampuh Sultra Desak APH Periksa Kepala BWS

blank

Dengan mengusung tema nasional “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan simbolik, tetapi juga momentum evaluasi terhadap kontribusi PKK dalam pembangunan daerah.

Ketua TP PKK Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya adaptasi digital dalam kerja-kerja kader PKK.

blank

Ia juga membacakan sambutan dari Ketua Umum TP PKK Ny. Tri Tito Karnavian, yang mendorong peningkatan kapasitas kader dalam menjawab tantangan zaman.

PT SCM Raih Penghargaan atas Kontribusi Besar bagi Pembangunan Daerah Konawe

“Kami mengajak seluruh kader untuk tidak hanya aktif, tetapi juga inovatif, memanfaatkan teknologi, dan memperluas jangkauan edukasi keluarga,” tegas Hania.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Konawe, unsur Forkopimda, para camat, kepala desa, serta perwakilan organisasi perempuan dan mitra kerja PKK lainnya. Sejumlah penampilan budaya lokal seperti musik bambu juga ditampilkan sebagai bentuk pelestarian identitas daerah.

Tidak Boleh Broo!!!