UNAAHA, KONAWEINFO.COM – Bupati Konawe Yusran Akbar mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertambangan yang tengah berkembang di wilayahnya, Kamis (3/7/2025). Sekolah ini menjadi salah satu langkah konkret daerah dalam menyiapkan tenaga kerja vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
SMK tersebut merupakan pengembangan dari SMA MKGR, salah satu sekolah swasta populer pada era 1990-an. Kini, sekolah ini hadir dengan jurusan-jurusan baru yang disesuaikan dengan potensi wilayah Konawe, terutama di sektor pertambangan.
“Dengan hadirnya SMK Pertambangan, lulusan SMP punya pilihan untuk lanjut ke pendidikan vokasi yang lebih spesifik dan siap kerja,” kata Yusran.
Ia berharap sekolah ini mampu mencetak tenaga terampil di bidang pertambangan dan geologi, agar pengelolaan sumber daya alam bisa dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.
Pihak sekolah menyebut saat ini telah dibuka dua jurusan, yakni Pertambangan dan Bahasa Mandarin. Keduanya didukung pengajar yang memiliki latar belakang keahlian sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami sesuaikan dengan kebutuhan industri, khususnya sektor tambang dan kerja sama internasional,” kata salah satu guru.
Konawe dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas industri pertambangan dan perkebunan yang tinggi, khususnya nikel dan kelapa sawit. Kehadiran SMK berbasis vokasi ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan akan tenaga kerja lokal yang terlatih.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan berbasis kompetensi dan link and match antara sekolah dan dunia usaha.
