Konaweinfo.com – Bupati Konawe Yusran Akbar bersama Wakil Bupati Syamsul Ibrahim memimpin panen raya jagung hibrida varietas Bisi 2 di Desa Tetehaka, Kecamatan Puriala, Rabu (17/12/2025). Panen tersebut menghasilkan 8,3 ton jagung kering per hektar meski tanpa menggunakan pupuk kimia.
Bupati Yusran menyampaikan bahwa capaian tersebut melampaui rata-rata produksi jagung di sejumlah daerah lain yang umumnya berada di kisaran 7 ton per hektar meski menggunakan pupuk. Menurutnya, hal itu menunjukkan besarnya potensi pertanian yang dimiliki Konawe.
“Ini menjadi bukti bahwa dengan kondisi lahan yang tepat, petani kita mampu menghasilkan produksi jagung yang tinggi,” ujar Yusran.
Ia menjelaskan, tingginya produktivitas jagung di wilayah tersebut didukung kondisi tanah yang subur, khususnya di kawasan pesisir Sungai Konaweha dan Rawaopa dengan tingkat pH di atas angka 7.
Pemkab Konawe menilai Desa Tetehaka memiliki potensi lahan hingga sekitar 600 hektar yang dapat dikembangkan untuk mendukung program ketahanan pangan daerah.
Konawe sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Sulawesi Tenggara.
Terkait distribusi hasil panen, Yusran menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian untuk segera melakukan survei pembangunan Jalan Usaha Tani guna membuka akses pertanian di wilayah tersebut.
“Pemerintah daerah akan terus hadir memberikan dukungan, baik dari sisi infrastruktur maupun sarana pendukung pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Konawe, Suknip, mengatakan keberhasilan panen tersebut merupakan hasil pendampingan intensif penyuluh pertanian selama empat bulan, mulai dari masa tanam hingga panen.
Jurnalis: Ajid Raihan
