Konaweinfo.com – Aktivitas tambang pasir di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, dilaporkan telah berhenti sejak Sabtu (24/1/2026).
Meski demikian, kondisi lahan di atas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Bosku Sembilansembilan Perkasa (BSP) mengalami perubahan signifikan.
Pantauan langsung Konaweinfo.com di lokasi menunjukkan, area yang sebelumnya berupa daratan kering kini berubah menjadi hamparan genangan air dengan luasan cukup mencolok. Genangan tersebut tampak tenang tanpa aliran, mengisi bekas area aktivitas tambang.
Batas lahan terlihat jelas dengan kondisi sekitar yang minim vegetasi. Hal ini mengindikasikan genangan air tidak berada pada jalur alur perairan utama, melainkan terbentuk di lahan sisi yang sebelumnya digunakan sebagai area tambang pasir.
Sementara itu, alur perairan alami di sekitar lokasi masih terlihat mengalir normal tanpa perubahan signifikan.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa genangan air terbentuk secara lokal di area lahan tambang, bukan akibat luapan sungai atau perubahan jalur air utama.
Pihak PT BSP melalui perwakilannya, Andi, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa saat ini tidak ada aktivitas penambangan pasir yang berlangsung di wilayah tersebut.
Ia juga memastikan alat berat yang terlihat di sekitar lokasi bukan milik perusahaan.
“Tidak ada aktivitas tambang dan alat berat itu bukan dari kami,” ujar Andi.
Ia menambahkan, apabila terdapat alat berat yang beroperasi di atas WIUP PT BSP tanpa izin perusahaan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau ada alat yang beraktivitas di atas WIUP kami tanpa izin, tentu akan kami proses sesuai hukum,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab terbentuknya hamparan genangan air di area yang sebelumnya merupakan daratan tersebut.
