Konaweinfo.com – Fenomena tak biasa terjadi di persawahan Desa Awua Jaya, Kecamatan Asinua (Asinua Tua), Kabupaten Konawe, pada Kamis (29/1/2026).
Dari satu titik di tengah sawah, gelembung-gelembung lumpur tampak terus muncul dari dalam tanah dan menggerakkan air di sekitarnya.
Meski sepintas menyerupai air mendidih, lumpur tersebut justru terasa dingin saat disentuh dan tidak disertai bau menyengat, sehingga diduga berasal dari gas alam.
Pantauan di lokasi menunjukkan gelembung berukuran kecil hingga sedang muncul secara stabil dari dasar lumpur.
Aktivitas tersebut menciptakan pemandangan unik yang menarik perhatian warga sekitar, namun tidak menimbulkan panas maupun suara letupan.
Fenomena itu berada di lahan sawah milik warga setempat bernama Samsul Alam. Hingga kini, aktivitas gelembung hanya terlihat pada satu titik dan tidak menyebar ke petak sawah lainnya.
Meski kembali ramai diperbincangkan setelah terekam saat survei rutin petugas statistik, kondisi tersebut bukanlah hal baru bagi warga setempat.
Rohidin, Mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Konawe yang melakukan pemantauan Kerangka Sampel Area (KSA), mengungkapkan bahwa fenomena gelembung lumpur tersebut telah ia temui sejak pertama kali melakukan pendataan di lokasi itu pada 2019.
“Sejak pertama kali saya mendata di sini pada 2019, gelembung itu sudah ada. Setiap bulan saya datang untuk mengambil sampel foto dan mengirim data melalui aplikasi KSA, dan kondisinya memang seperti ini,” ujar Rohidin.
Menurut Rohidin, intensitas kemunculan gelembung dipengaruhi oleh volume air di sawah. Saat debit air meningkat, gelembung terlihat lebih kuat dan aktif. Sebaliknya, ketika air berkurang, aktivitas gelembung cenderung melemah atau stabil.
“Kalau airnya banyak, gelembung lebih jelas terlihat. Saat air menurun, gelembungnya mengecil tapi tetap muncul,” jelasnya.
Ia menambahkan, suhu air dan lumpur di lokasi terpantau normal dan cenderung dingin. Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi adanya aktivitas panas bumi atau geotermal di sekitar area persawahan tersebut.
Warga setempat memilih membiarkan fenomena itu berlangsung secara alami karena tidak menimbulkan dampak langsung terhadap aktivitas pertanian.
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar titik kemunculan gelembung, seperti menyalakan api atau menutup lubang secara paksa.
