Istri Hamil Tua Ditinggal, Pria Onembute Hilang! Adat dan Tanggung Jawab Terbengkalai
Beranda /Peristiwa /Istri Hamil Tua Ditinggal, Pria Onembute Hilang! Adat dan Tanggung Jawab Terbengkalai

Istri Hamil Tua Ditinggal, Pria Onembute Hilang! Adat dan Tanggung Jawab Terbengkalai

Konaweinfo.com – Kisah pilu datang dari Desa Kumapo, Kecamatan Onembute, Konawe. Seorang perempuan berinisial RM (26) harus menanggung kehamilan delapan bulannya seorang diri setelah sang suami, Riknan Chenryo (23), kabur tanpa jejak.

Lebih memilukan lagi, hingga kini Riknan tak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab, bahkan sekadar menanggung biaya rumah sakit pun enggan dilakukan.

RM kini sedang menjalani rawat jalan di rumah sakit dan bersiap menjalani operasi caesar. Ia menanggung semua biaya sendiri, tanpa dukungan suami maupun keluarga besar suami yang justru diduga turut melindungi pelarian Riknan.

“Bayangkan saya ditinggal saat hamil besar. Mereka pikir ini bayi? Mereka pikir ini cuma saya? Nyawa kami dua! Tapi yang mereka lakukan justru melarikan semua tanggung jawab. Dari biaya rumah sakit sampai adat semua dibiarkan begitu saja. Sekarang malah datang mengemis bilang tidak punya uang? Kenapa tidak pikir dari awal?!” ucap RM dengan nada penuh luka, Selasa (22/4/2025).

Tak hanya soal nafkah, Riknan juga belum menyelesaikan tanggung jawab adat sebagai suami. Yang lebih mengejutkan, keluarga pelaku justru diduga aktif membantu Riknan kabur dari tanggung jawab bukan hanya membiarkannya pergi, tapi juga menyembunyikannya dari aparat dan keluarga korban.

PT SCM Raih Penghargaan atas Kontribusi Besar bagi Pembangunan Daerah Konawe

Saat pihak keluarga korban mendatangi rumah pelaku bersama aparat kepolisian, mereka diberi informasi bahwa Riknan sudah pergi lebih dulu.

Namun, hingga berjam-jam menunggu, pria itu tak pernah muncul. Keluarga korban meyakini itu hanya akal-akalan untuk mengulur waktu dan mengelabui proses hukum.

“Mereka semua mau enaknya saja. Anaknya buat masalah, tapi tanggung jawab ditinggal. Bahkan biaya rumah sakit pun tidak mereka bantu. Kami tidak akan diam,” tegas RM.

Kisah ini memicu kemarahan keluarga RM. Bagi mereka, tindakan semacam ini bukan hanya persoalan rumah tangga, tapi pelanggaran terhadap nilai adat, moral, dan rasa kemanusiaan.

Kini, keluarga RM berharap aparat segera bertindak tegas. Bukan hanya menangkap Riknan, tapi juga menyeret pihak-pihak yang terlibat dalam upaya melarikan diri dari tanggung jawab.

Satresnarkoba Bongkar Peredaran Sinte di Unaaha, Satu Pelajar Diamankan

“Ini soal harga diri perempuan, soal nyawa, soal hukum, dan soal adat. Kami tidak akan biarkan semua ini hilang begitu saja,” kesal RM.

Hingga berita ini ditulis, keberadaan Riknan belum diketahui. Sementara RM hanya bisa menunggu dan berjuang menjalani rawat jalan, ditemani harapan dan kemarahan yang tak lagi bisa dibendung.

Tidak Boleh Broo!!!