Konaweinfo.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Konawe, Jahiuddin, memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam pelaksanaan tes urine mendadak yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten Konawe (BNNK).
Jahiuddin menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menghindari tes urine tersebut. Ketidakhadirannya, kata dia, murni disebabkan benturan tugas di lapangan sebagai Ketua Panitia Konawe Bersahaja Cup.
“Saat tes urine berlangsung, saya mendapat panggilan mendesak untuk segera ke lapangan sepak bola di Kelurahan Tumpas. Informasi yang saya terima, pertandingan berpotensi memicu keributan antarpenonton,” ujar Jahiuddin, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, sebagai ketua panitia, ia memiliki tanggung jawab penuh memastikan kegiatan olahraga berjalan aman dan kondusif. Karena itu, ia langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Ini menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada saat itu saya tidak mengetahui ada pelaksanaan tes urine di kantor bupati,” jelasnya.
Jahiuddin menyesalkan adanya persepsi publik yang berkembang seolah-olah dirinya sengaja menghindari pemeriksaan. Ia menegaskan kondisi tersebut murni akibat miskomunikasi.
“Saya luruskan, tidak ada niat sedikit pun untuk menghindari tes urine. Ini murni miskomunikasi dan benturan tugas,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap program pemberantasan narkoba, Jahiuddin menyatakan kesiapannya menjalani tes urine secara sukarela. Ia memastikan akan mendatangi langsung kantor BNNK Konawe.
“Besok pagi pukul 08.00 Wita, saya akan datang ke kantor BNNK Konawe untuk menjalani tes urine. Ini bentuk komitmen saya mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan dukungannya terhadap langkah Pemda Konawe dan BNNK Konawe dalam melaksanakan tes urine mendadak sebagai upaya menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan sehat.
“Sebagai pejabat publik, kita harus memberi contoh yang baik. Saya siap diperiksa kapan pun,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi tersebut, Jahiuddin berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak lagi terjadi kesalahpahaman terkait ketidakhadirannya dalam tes urine mendadak tersebut.
