Konaweinfo.com — Kerusakan akibat angin kencang yang melanda Desa Porara, Kecamatan Morosi, ternyata jauh lebih besar dari laporan awal. Setelah dilakukan pendataan lanjutan, pemerintah desa mencatat belasan rumah warga terdampak, dengan tiga rumah mengalami kerusakan paling parah.
Kepala Desa Porara, Junaedi, mengatakan laporan awal hanya menyebut seng ruko beterbangan dan satu rumah bolong di bagian atap. Namun hasil pengecekan menyeluruh menunjukkan dampaknya meluas ke permukiman lain.
“Setelah kami turun cek langsung, total ada belasan rumah yang rusak. Tiga di antaranya rusak berat karena atap dan beberapa bagian rumah hilang tersapu angin,” kata Junaedi, Selasa (18/7/2025).
Tidak hanya merusak bangunan, angin kencang juga memutus kabel listrik dan menumbangkan satu tiang listrik utama di kawasan Porara. Akibatnya, listrik padam hingga saat ini dan warga masih bergantung pada penerangan darurat.
“Tiang listrik tumbang, jadi sampai sekarang listrik belum menyala. Kami sudah laporkan ke pihak PLN,” ujarnya.
Meski kerusakan meluas, Junaedi memastikan tidak ada korban jiwa. Pemilik rumah dan pemilik ruko yang berada di dalam bangunan saat kejadian semuanya selamat.
Pemerintah desa telah menyampaikan laporan ke BPBD Konawe dan meminta penanganan cepat, terutama untuk rumah warga yang masuk kategori rusak berat.
Hingga hari ini, aparat desa dan warga masih membersihkan puing serta mengamankan material bangunan yang berserakan di lokasi terdampak.
