Konawe – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyoroti dugaan praktik tambang pasir ilegal di kawasan sungai Konaweeha, Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe.
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengungkapkan pihaknya telah melakukan investigasi terkait aktivitas penambangan pasir di aliran Kali Konaweeha.

“Dalam hasil investigasi kami, ditemukan adanya aktivitas pengangkutan pasir menggunakan truk dari lokasi tersebut,” kata Hendro, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, di wilayah itu terdapat empat perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) galian C.
Namun, seluruhnya disebut masih berstatus eksplorasi atau tahap pencadangan, sehingga belum diperbolehkan melakukan produksi.
“Memang ada IUP galian C, tetapi masih tahap eksplorasi. Artinya belum bisa melakukan produksi, namun di lapangan kegiatan penambangan justru sudah berjalan. Ini jelas ilegal,” tegasnya.
Adapun empat perusahaan yang dimaksud yakni PT Bosku Sembilansembilan Perkasa, PT Hadi Jaya Pratama, PT Ruambulo Sio Group, dan CV Er Jaya Empat Lima.
Menurut Hendro, aktivitas tersebut berpotensi merusak lingkungan, khususnya di kawasan Kali Konaweeha yang menjadi sumber daya air bagi masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, Ampuh mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Kendari, pihak kepolisian, serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra untuk segera turun tangan melakukan investigasi dan penindakan.
“Kami menilai persoalan ini seolah dibiarkan. Aktivitas sudah berlangsung lama, tetapi belum ada tindakan tegas dari instansi terkait maupun aparat penegak hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke tingkat pusat apabila tidak ada langkah konkret di daerah.
“Jika aparat penegak hukum di daerah tidak mampu menangani, kami akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri,” tegas Hendro.
Ampuh menegaskan akan terus mengawal kasus ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum di Sulawesi Tenggara.
“Kami akan terus kawal hingga ada penindakan tegas, demi mencegah kerusakan yang lebih parah di Kali Konaweeha,” pungkasnya.