Konaweinfo.com – Pengakuan pilu seorang pekerja migran perempuan asal Desa Amosilu, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, viral di media sosial.
Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 34 detik yang beredar luas, perempuan bernama Ekarwati itu mengaku mengalami kekerasan fisik, tekanan mental, hingga ancaman serius selama bekerja di Oman.
Dalam video tersebut, Ekarwati menyampaikan bahwa dirinya baru bekerja sekitar tiga bulan. Namun, dua bulan terakhir ia mengaku dalam kondisi sakit dan tidak mendapatkan perawatan medis yang layak.
Meski sakit, Ekarwati mengaku tetap dipaksa bekerja oleh majikannya. Dengan suara bergetar dan raut wajah penuh ketakutan, ia menyampaikan bahwa dirinya diperlakukan tidak manusiawi.
“Aku diperlakukan bukan seperti manusia, tapi seperti binatang,” ungkapnya dalam video tersebut.
Ia juga mengaku kerap mengalami kekerasan fisik dan tekanan mental. Tak hanya itu, Ekarwati menyampaikan pengakuan terkait dugaan pelecehan seksual yang dialaminya selama bekerja.
Dalam pengakuannya, Ekarwati menyebut sering mendapatkan ancaman serius. Ia mengaku diancam akan dibunuh jika berani berbicara atau meminta pertolongan kepada pihak lain.
“Aku diancam, kalau bicara aku akan dibunuh,” ucapnya.
Kondisi tersebut membuat psikologis Ekarwati semakin tertekan. Dalam video yang beredar luas itu, ia tidak menyampaikan permintaan bantuan materi apa pun. Ia hanya berharap dapat dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan selamat.
Kasus ini menuai reaksi luas dari masyarakat Sulawesi Tenggara maupun warganet nasional. Banyak pihak mendesak pemerintah daerah, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta Kementerian Luar Negeri RI untuk segera turun tangan memastikan keselamatan korban dan memfasilitasi kepulangannya ke tanah air.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait langkah perlindungan maupun proses penelusuran keberadaan Ekarwati di Oman.
Publik berharap negara hadir dan tidak membiarkan warganya menghadapi penderitaan seorang diri di negeri orang.
