Konaweinfo.com – Warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Konawe meluapkan kemarahan atas aktivitas truk tambang milik ST Nikel yang menggunakan jalan negara sebagai jalur hauling. Setiap hari, puluhan truk bermuatan bijih nikel melintas, mengganggu ketertiban lalu lintas dan membahayakan keselamatan warga, Jumat 25 April 2025.
Meskipun jalan tersebut tidak rusak parah, keberadaan truk-truk tambang yang melintas terus-menerus dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan warga. Truk sering kali melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan pengguna jalan lainnya.
“Jalan ini jadi tidak nyaman dilalui, truk-truk sering melaju ugal-ugalan. Kami khawatir akan keselamatan kami di jalan,” kata Aris Wahab, warga Kecamatan Sampara.
Aktivis lingkungan pun mengecam keras. Mereka menilai penggunaan jalan umum oleh truk tambang adalah bentuk arogansi korporasi.
“Perusahaan PT. ST Nikel wajib membangun jalan khusus hauling. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk perampasan hak masyarakat atas fasilitas umum,” tegas Harman, aktivis lingkungan.
Yang menjadi sorotan, aparat kepolisian dinilai lamban dan cenderung diam dalam menghadapi situasi ini. Warga mendesak kepolisian untuk tidak tinggal diam.
“Kami minta aparat bertindak! Jangan hanya diam melihat pelanggaran terang-terangan seperti ini. Dimana pengawasan terhadap kendaraan berat yang melebihi tonase jalan?” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Dedhy, Humas PT MCM, menyatakan bahwa truk-truk yang dimaksud bukan bagian dari operasional perusahaan mereka.
Pernyataan ini memunculkan pertanyaan soal siapa pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas merugikan ini.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Konawe melalui Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan, dan Pengujian Kendaraan, Hj. Werweti, menyatakan pihaknya akan segera memanggil perusahaan terkait untuk dilakukan evaluasi.
“Kami akan kaji ulang izin penggunaan jalan umum. Kalau perlu, perusahaan wajib membangun jalur khusus hauling,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, PT. ST Nikel belum memberikan tanggapan resmi. Warga mendesak tindakan cepat dari pemerintah dan aparat penegak hukum agar keselamatan masyarakat tidak terus dikorbankan demi kepentingan industri.
