Konaweinfo.com – Desa Besu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, menyimpan potensi sumber daya alam (SDA) yang besar. Selain memiliki pasir silika dengan kadar dan usia geologi yang disebut lebih tua dibanding wilayah Nambo, desa ini juga menjadi pusat sumber air bersih bagi masyarakat setempat.
Meski demikian, pengembangan potensi tersebut masih terhambat. Selain persoalan legalitas perizinan tambang, akses masuk bagi kontraktor untuk melakukan kajian dan eksplorasi juga belum terbuka sepenuhnya.

Pasir Silika yang dipamerkan kepala desa Besu, Kecamatan Morosi, Konawe. Foto: (Konaweinfo).
Kepala Desa Besu, Saprul, S.Pd, menegaskan bahwa desanya memiliki sumber daya strategis yang bernilai ekonomi tinggi, mulai dari pasir silika hingga mata air bersih.
“Desa Besu ini punya potensi besar. Bahkan bukan hanya pasir silika, kami juga menjadi pusat sumber air bersih untuk kebutuhan warga. Sayangnya, optimalisasi potensi itu masih terhambat karena izin dan akses kontraktor belum jelas,” ujar Saprul, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, pasir silika Desa Besu memiliki kadar dan usia geologi lebih tua dari Nambo, yang menjadi indikator mutu dan nilai jual tinggi di sektor industri.
“Secara kadar dan usia geologi, Besu unggul. Ini bisa jadi modal besar untuk industri, tapi kami masih menunggu kepastian legalitas dan ruang bagi investor masuk melakukan pengkajian lebih lanjut,” jelasnya.
Pasir silika sendiri merupakan komoditas strategis yang banyak digunakan di berbagai sektor, di antaranya:
- Bahan baku kaca dan gelas industri
- Panel surya dan teknologi energi terbarukan
- Bahan cor dan pengecoran logam
- Material keramik dan porselen
- Penyaringan air (filter water treatment)
- Bahan campuran semen dan beton
- Industri farmasi dan kosmetik
- Sandblasting dan konstruksi bangunan
- Komponen elektronik dan semikonduktor
Dengan banyaknya manfaat tersebut, Saprul meyakini bahwa jika izin dan akses kontraktor dibuka, dampak ekonomi bagi desa akan sangat signifikan.
“Kalau legalitasnya selesai dan akses dibuka, manfaatnya besar. Bisa buka lapangan kerja, mendorong ekonomi desa, dan menarik investor. Yang penting semua berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan potensi SDA harus sejalan dengan perlindungan sumber air bersih yang menjadi kebutuhan utama warga.
“Kami ingin desa maju, ekonomi tumbuh, tapi sumber air bersih harus tetap terjaga. Jangan sampai potensi ini hanya jadi cerita, kami butuh tindak lanjut nyata,” tutup Saprul.