Meluhu – Sedikitnya empat titik kebakaran lahan terjadi di wilayah antara Desa Lamelay dan Meluhu hingga kawasan puncak Meluhu, Kabupaten Konawe, Selasa (3/11/2026).
Kebakaran tersebut diduga akibat pembakaran lahan yang dilakukan oknum untuk membuka area perkebunan kelapa sawit.
Informasi tersebut disampaikan seorang warga setempat berinisial A. Ia mengungkapkan, pembakaran diduga dilakukan oleh pemilik lahan yang ingin membuka area perkebunan baru dengan cara membakar semak dan vegetasi di lokasi tersebut.
Menurut A, tindakan itu tidak hanya berpotensi merugikan pemilik lahan, tetapi juga masyarakat sekitar. Pasalnya, api dilaporkan merembet ke lahan milik warga lain hingga kawasan hutan.
Selain ancaman meluasnya kebakaran, asap yang ditimbulkan juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
“Kami menduga ada sekitar empat titik kebakaran yang sengaja dibakar oleh oknum pembuka lahan baru. Dampaknya merugikan orang lain karena api menyebar ke lahan tetangga dan hutan, sementara asapnya juga mengganggu masyarakat sekitar,” ungkap A, kepada Konaweinfo, Rabu (4/11).
Ia menjelaskan, pembukaan lahan dengan cara dibakar diduga dipilih karena dianggap lebih praktis untuk membersihkan area sebelum ditanami kelapa sawit.
A mengaku warga tidak berani merekam secara langsung orang yang diduga melakukan pembakaran saat kejadian berlangsung. Namun, ia menyebut telah terdapat sejumlah bukti terkait aktivitas pembakaran tersebut.
Ia juga mencontohkan kejadian sebelumnya, ketika pembakaran dilakukan di bagian ujung lahan, tetapi api justru merembet ke area lain di sekitarnya.
Atas kejadian itu, A berharap pemerintah dan petugas terkait segera turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi kebakaran serta mengambil langkah penanganan agar api tidak semakin meluas.
“Kami berharap ada petugas yang turun tangan langsung mengatasi ini semua. Tolong ditindaklanjuti agar seluruh warga tidak membakar lahan dulu. Kasihan masyarakat yang ikut terkena dampaknya,” harapnya.
Warga juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam aktivitas pembukaan lahan, terutama untuk kepentingan perkebunan.
Sebab, api yang awalnya dimaksudkan untuk membersihkan lahan dapat merembet ke area lain dan menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
