UEPAI, KONAWEINFO.COM – Dua anak di bawah umur berinisial R dan A terlibat melero (istilah dalam bahasa Tolaki yang berarti baku pukul) di kawasan Bendungan Wawotobi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, pada Kamis malam (19/6/2025) sekitar pukul 20.30 Wita.
Perkelahian itu nyaris tak terkendali jika saja tidak dilerai oleh sejumlah pemuda yang berada di lokasi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, R dan A sebelumnya terlibat kesepakatan tukar tambah handphone. R lebih dulu menyerahkan HP miliknya kepada A, lengkap dengan uang tunai sebesar Rp500 ribu.
Namun, setelah menerima uang, A tidak kunjung menyerahkan HP miliknya seperti yang telah disepakati.
Beberapa hari berlalu tanpa kejelasan. R mulai merasa dipermainkan, apalagi orang tuanya terus menanyakan HP yang sudah diberikan.
Dalam kondisi emosi yang memuncak, R menjemput A dan membawanya ke bendungan. Di tempat itulah keduanya terlibat aksi saling pukul atau melero.
“Beruntung ada pemuda yang nongkrong di situ langsung pisahkan mereka,” ujar seorang saksi mata berinisial T kepada Konaweinfo.com.
Meski tak sampai menimbulkan luka serius, peristiwa itu sempat menyedot perhatian warga sekitar. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika menyangkut kesepakatan atau transaksi yang rawan disalahpahami.
