Konawe – Seorang pria bernama Mulyadi (49) ditemukan meninggal dunia di belakang sebuah rumah di Kelurahan Pondidaha, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, pada Jumat (7/3/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Abd Gafur, SH. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pihak keluarga korban.
Menurut keterangan saksi Mulyana (51) yang merupakan kakak korban, sebelumnya Mulyadi diketahui meninggalkan rumah pada Kamis (5/3/2026).
Korban disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan kerap pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.
Setelah dilakukan pencarian oleh pihak keluarga, korban akhirnya ditemukan pada Jumat sore dalam kondisi terbaring di tanah di belakang rumah saksi dan sudah tidak bernyawa.
Mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar pukul 15.50 Wita, Ka SPK III Polsek Pondidaha Bripka Sugita segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Pondidaha.
Selanjutnya Kapolsek Pondidaha Iptu Amar Asran, SH bersama tim Inafis Polres Konawe yang dipimpin Aiptu Supahmil mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Pondidaha untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Sekitar pukul 19.10 WITA, dokter Rahnat Bastaman dari Puskesmas Pondidaha melakukan pemeriksaan terhadap jenazah di rumah keluarga korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dugaan sementara penyebab kematian korban adalah kemungkinan perdarahan otak akibat serangan stroke. Waktu kematian diperkirakan antara 12 hingga 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
Lebih lanjut, IPTU Andi Abd Gafur menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah membuat Visum Et Repertum (VER). Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sering meninggalkan rumah. Keluarga juga telah menyatakan menerima kejadian ini dan tidak menginginkan proses autopsi,” jelasnya.
Saat ini pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Pondidaha untuk pemeriksaan medis terhadap korban.
Polisi juga terus melakukan monitoring situasi serta berkoordinasi dengan keluarga korban terkait administrasi penolakan autopsi.
