Ternyata Ada 3 Korban Asal Wonggeduku Barat Jadi Korban KKB Papua, Satu Selamat
Beranda /Peristiwa /Ternyata Ada 3 Korban Asal Wonggeduku Barat Jadi Korban KKB Papua, Satu Selamat

Ternyata Ada 3 Korban Asal Wonggeduku Barat Jadi Korban KKB Papua, Satu Selamat

Konaweinfo.com, – Jumlah warga asal Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang menjadi korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua, bertambah menjadi tiga orang. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara satu orang berhasil selamat dari tragedi berdarah itu.

Korban selamat adalah Asran (25), warga Desa Baruga, Kecamatan Wonggeduku Barat. Ia lolos dari maut setelah menjadi sasaran serangan pertama KKB. Berbeda dengan dua rekannya Yuda Lesmana (36) dan Riki Rahmat (34). Asran saat itu berada di lokasi yang berbeda saat mendulang emas.

Menurut keterangan keluarga, Asran sempat diserang lebih dulu oleh KKB, namun berhasil menyelamatkan diri. Ia melarikan diri ke dalam hutan dan bersembunyi selama tiga hari dua malam, melewati hutan lebat dan lembah terjal sebelum akhirnya tiba di pemukiman warga yang aman.

“Dia (Asran) selamat karena tidak berada satu lokasi dengan Yuda dan Riki. Tapi sempat juga diserang lebih dulu. Untung bisa lari menyelamatkan diri,” ujar Irfan (52), paman Yuda dan Riki, saat dikonfirmasi, Jumat (11/4).

Saat ini, Asran telah berada di rumah kakaknya di Kabupaten Yahukimo dalam keadaan trauma. Kondisinya masih dipantau dan belum bisa banyak bercerita soal kejadian yang menimpanya.

Berkedok Bantuan Peternakan, Warga Unaaha Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penipuan

Sementara itu, Yuda telah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan sudah dievakuasi dari lokasi kejadian. Sedangkan Riki, hingga kini masih dalam pencarian oleh aparat gabungan TNI-Polri.

Ketiganya diketahui baru merantau ke Papua untuk bekerja sebagai pendulang emas. Yuda, yang telah lebih dulu tinggal di Papua sejak 2018, kembali ke kampung halamannya pada 2023, sebelum kembali lagi ke Papua pada Juli 2024. Pada awal April 2025, ia mengajak Riki dan Asran ikut bersamanya mengadu nasib di tanah rantau.

Namun, mimpi mereka membangun masa depan justru berakhir tragis. Duka mendalam menyelimuti keluarga di Konawe yang kini hanya bisa berharap Riki segera ditemukan, serta pemerintah memberi perlindungan lebih bagi warga yang bekerja di wilayah rawan konflik seperti Papua.

Tidak Boleh Broo!!!